This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 26 Oktober 2010

mimpi

mimpi adalah awal dari kehidupan manusia
sulit untuk membuktikannya namun selalu
bisa diterima oleh setiap orang
karena mimpi yang akan mengajarkan kita
tentang masa depan yang sulit dan penuh tantangan
mereka yang berani bermimpi adalah mereka yang berani menantang dunia

ketika mimpi itu hilang yang ada hanya jasad yang kosong
 yang tidak bisa merasakan betapa indahnya hidup ini...
tak ada esensi,yang ada hanya sensasi...
tak ada kebahagiaan
tak ada yang pantas untuk di kenang.....

maka bermimpilah kawan....
dan wujudkan mimpi itu
walaupun seluruh dunia mengecammu...
walaupun tak ada seorang pun yang peduli deganmu..
walaupun engkau akan di tekan dengan pegas yang kuat,
 jangan lepas mimpi mu......
karena ia adalah ruh kehidupan kita......

bejanjilah karena hari ini yang akan
jadi saksi bisu keteguhan hatimu...
untuk hari esok yang engkau nantikan.....
tak ada yang akan menghalangimu kawan.....
kecuali dirimu sendiri.....................................

film horor Indonesia

beberapa waktu terakhir Indonesia digemparkan oleh berbagai jenis film horor yang seakan memberi cerminan tentang betapa lemahnya mental bangsa kita. sebagai contoh adalah film "Affair" merupakan film yang kurang waras dan amat sangat edan. baik dari segi logika maupun jalan ceritanya.

yang kedua adalah film "Air Terjun Pengantin". walaupun film itu bertema horor tapi di bingkis dengan berbagai macam visual yang merangsang perangkat syahwat orang normal.Betapa tidak,, para artisnya bahkan sudah bisa mengalahkan artis holiwood dalam hal tidak bisa beli pakaian yang layak, sampai-sampai hanya potongan kain kurang dari 30 cm persegi yang menutupi tubuh mereka. Beginikah mental bangsa kita..???

yang ketiga adalah "Taring".Film ini bertema horor namur sangat syur.....
dalam akting jelas film ini merupakan yang terbaik dalam menjebloskan mental bangsa...
sebenarnya apa sih yang dicari oleh orang " yang menjual harga dirinya itu..????
benar" sudah gila.....!!!!

Minggu, 24 Oktober 2010

sang pencerah



Oleh: Puput Puji Lestari
Membuat film biopik, bukan perkara mudah. Membuat set ulang pada zaman tokoh film hidup, menyederhanakan kisah hidup dalam durasi yang terbatas, meriset segala hal yang berhubungan dengan tokoh film juga membutuhkan waktu lama. Dan usaha Hanung Bramantyo untuk membuat film SANG PENCERAH sebuah film biopik Ahmad Dahlan, patut mendapat acungan jempol.
Kali ini, Hanung benar-benar detail memperhatikan setting film. Mulai dari mereka ulang Masjid Besar Kauman, Jogjakarta. Membuat setting Tugu Jogjakarta, detail tanah berpasir, hingga kostum dan wardrop para pemain. Belum berbicara tentang cerita filmnya, mata kita di awal sudah disuguhkan hasil kerja keras Hanung mereka ulang sejarah.
Dibuka dengan kelahiran Muhammad Darwis, dengan segala upacara adat Jawa yang mengikuti kelahirannya. Tergambar jelas bahwa Darwis terlahir dari kalangan berada. Sekitar 30 menit pertama, kita diajak berlari mengenal semua sosok yang ada di film ini. Sedikit agak melelahkan memang, karena semua tokoh memiliki peran penting dalam perjalanan hidup Darwis yang kemudian berganti nama menjadi Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) setelah pulang dari Mekkah untuk berhaji.
Ritme cerita film mulai melambat menginjak durasi 60 menit. Film ini mulai menampakkan 'kegagahannya'. Di usia 21 tahun, Ahmad Dahlan gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid'ah sesat. Pemberian sesajen untuk upacara adat Jawa yang dikaitkan dengan Islam, pengkultusan imam Masjid Besar Kauman, hingga peletakan kedudukan raja keraton sebagai pemangku agama Islam, dan salahnya arah kiblat membuatnya gelisah. Jabatannya sebagai ketip (khotib) Masjid Besar Kauman membuatnya bisa memulai langkah perubahan segera. Dalam kotbah yang dilaksanakannya, pemikiran pembaharuan diutarakan pada
jemaat. Tak hal tersebut membuat berang Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) yang menjadi imam Masjid Besar Kauman.


Tak mendapat tempat di Masjid Besar Kauman, melalui Langgar/Surau-nya Dahlan mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat. Sebagai seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu memerintahkan massa untuk merobohkan surau Ahmad Dahlan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Pemikiran modern Ahmad Dahlan mengantarnya untuk bergabung dengan organisasi Budi Utomo. Karena itu ia juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tak hanya itu, ingin menyebarkan agama di kalangan berpendidikan, Ahmad Dahlan mengajar di sekolah Belanda. Dari sanalah ia mengadopsi sistem sekolah modern yang mendudukkan siswanya pada bangku. Tuduhan datang lagi, Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid-murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan terus berjuang. Hingga akhirnya membentuk organisasi Muhammadiyah, yang berarti pengikut Nabi Muhammad.
Film ini bisa digolongkan dalam kolosal, karena melibatkan banyak sekali tokoh baik pemain inti maupun kolosal. Detail emosi dibangun secara detail dan manusiawi oleh Hanung. Dalam kesabarannya, Ahmad Dahlan digambarkan putus asa, marah, dan sedih hingga menangis. Adegan ini serta merta bisa membuat penonton meleleh. Sementara tik tok Hisyam dan Sudja memberikan keceriaan dengan banyolan khas anak muda. (kpl/uji/nat)
Genre:Drama
Jadwal Tayang:9 September 2010
Sutradara:Hanung Bramantyo
Produser:Raam Punjabi
Produksi:Mvp Pictures
Durasi:-
kapanlagi,com